Tampilkan postingan dengan label patriotis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label patriotis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 November 2011

INDONESIA JUARA UMUM SEA GAMES

14 TAHUN, waktu yang di butuhkan untuk kembali mecicipi rasa menjadi juara umum SEA GAMES.


2011, tahun yang menjadi saksi semu bahwa INDONESIA untuk ke-4 kalinya menjadi tuan rumah SEA GAMES.

11-11-11, adalah tanggal pembukaan SEA GAMES yang nan SPEKTAKULER !!

22-11-11, adalah tanggal penutupan SEA GAMES yang tak kalah SPEKTAKULER-nya !!!!

182 lebih mendali yang di peroleh INDONESIA, yang menghantarkan kita semua menjadi JUARA UMUM SEA GAMES !!!


INDONESIA, negara yang telah membuktikan bahwa KITA PEMIMPIN ASIA TENGGARA !

Selasa, 15 Maret 2011

INDONESIA bisa tumbuh seperti Cina

INDONESIA bisa tumbuh seperti Cina....

sumber: 



JAKARTA, KOMPAS.com — Indonesia banyak memperlihatkan potensi untuk berkembang, terlebih lagi banyak kota kecil yang potensial untuk berkembang pesat di Indonesia. "Jika saya melihat China misalnya, mereka telah melihat kota tier ketiga dan empat, yang bisa disebut kota kecil. Jadi (di Indonesia) yang kita perhatikan sekarang ada kota kecil yang potensial, seperti Tasikmalaya," jelas TNS Global Chairman James Hall di Jakarta, Selasa (15/3/2011).
ilustrasi
James menjelaskan, aktivitas komersial, pengeluaran untuk konsumsi, jumlah lapangan pekerjaan, tingkat permintaan akan barang-barang konsumsi, hingga penggunaan akan teknologi menjadi sejumlah indikator bagaimana suatu kota kecil berpotensi untuk tumbuh perekonomiannya
Perusahaan riset pasar yang sudah beroperasi selama 30 tahun di Indonesia ini memprediksi akan adanya migrasi dari kawasan rural ke kota-kota kecil dalam lima tahun ke depan. Selain itu, 15 persen populasi urban di kota kecil juga menandakan besarnya potensial bagi investasi.
Tingkat pemakaian produk konsumen bermerek pun masih rendah. Ini memperlihatkan adanya peluang investasi untuk berkembang. "Penggunaan susu bubuk masih rendah di kota kecil. Dan, ada permintaan untuk produk-produk konsumen ini," tambah Research Director Yanti Zen.
Secara keseluruhan, TNS melihat Indonesia akan bertumbuh seperti halnya China. Populasi yang besar, khususnya besarnya populasi yang berusia muda, iklim politik yang stabil, dan perkembangan PDB yang diperkirakan akan kuat untuk beberapa tahun ke depan, menjadi beberapa faktor yang menarik dari Indonesia bagi investor luar.
Beberapa perusahaan multinasional produk konsumsi pun mulai memperlihatkan minat untuk berinvestasi di Indonesia. "Saya mengerti Loreal (merek produk kecantikan) sedang membangun pabrik terbesar di dunia di Indonesia," jelas James menuturkan bagaimana besarnya ketertarikan investor asing berinvestasi di Indonesia.


Senin, 07 Maret 2011

Sanksi FIFA bukan Kiamat

Sanksi FIFA bukan Kiamat

sumber: EDITORIAL


Senin, 07 Maret 2011 00:01 WIB


DUA pukulan telak datang beruntun menohok Ketua Umum PSSI Nurdin Halid dalam sepekan terakhir. Pukulan yang semestinya membuat dia limbung kemudian ambruk.

Pukulan pertama menghantam Nurdin dan kroninya pada 28 Februari, ketika 84 dari 100 pemilik suara di PSSI mengajukan mosi tidak percaya. Dengan membawa bendera Komite Penyelamat Persepakbolaan Nasional, mereka mencabut mandat yang selama delapan tahun diberikan kepada Nurdin. Dengan mosi tidak percaya itu, Nurdin sebenarnya tak lagi punya basis pendukung yang luas dan kuat. Ia kehilangan fondasi yang selama ini menopangnya.

Pukulan kedua dari FIFA. Lewat Sidang Komite Eksekutif FIFA di Zurich, Swiss, pekan lalu, induk organisasi sepak bola sedunia itu menginstruksikan PSSI mengadopsi Standard Electoral Code yang berpedoman pada Statuta FIFA. Pasal 32 ayat 4 Standar Statuta FIFA tegas mengatur seseorang yang pernah dinyatakan bersalah atas tindak pidana tidak boleh dipilih menjadi anggota komite eksekutif, termasuk ketua umum. Akan tetapi, bukan Nurdin Halid dan kroninya kalau gampang ambruk. Mereka terus saja berkelit. Terhadap mosi tidak percaya, mereka berdalih anggota Komite Penyelamat Persepakbolaan Nasional tidak seluruhnya legal.

Terhadap titah FIFA, Statuta PSSI-lah yang bakal menjadi acuan, bukan peraturan FIFA. Mengapa? Karena Statuta PSSI menyebutkan hanya figur yang sedang menjadi terpidana pada saat kongres yang dilarang berebut tempat di komite eksekutif. Begitulah, tidak ada konsistensi. Kala tekanan bertubi-tubi datang menghunjam, Nurdin Halid dan kroninya berteriak hanya patuh kepada FIFA. Sebaliknya, ketika FIFA menginstruksikan agar patuh kepada Standard Electoral Code, mereka menentangnya dan akan memakai Statuta PSSI yang memang dibuat untuk menyelamatkan Nurdin Halid.

Sepak bola Indonesia memerlukan pembaruan. Untuk itu, kita mesti berani mengambil langkah yang paling pahit sekalipun. Antara lain pemerintah tak usah ragu untuk melakukan intervensi sekalipun dengan harga FIFA membekukan keanggotaan Indonesia. Diberi sanksi FIFA karena intervensi pemerintah lebih terhormat ketimbang dicoret FIFA karena PSSI tetap dipimpin terpidana.

Lagi pula, dicoret FIFA bukan berarti kiamat. Australia diskors pada 1960, tapi kini menjadi langganan Piala Dunia. Begitu pula Yunani yang dibekukan pada 2006. Dua contoh itu menunjukkan lebih baik mundur selangkah demi melompat jauh ke depan daripada membiarkan sepak bola Indonesia kembali ke zaman batu karena dipimpin Nurdin Halid dan kroninya.