Tampilkan postingan dengan label ekomomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ekomomi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Maret 2011

INDONESIA bisa tumbuh seperti Cina

INDONESIA bisa tumbuh seperti Cina....

sumber: 



JAKARTA, KOMPAS.com — Indonesia banyak memperlihatkan potensi untuk berkembang, terlebih lagi banyak kota kecil yang potensial untuk berkembang pesat di Indonesia. "Jika saya melihat China misalnya, mereka telah melihat kota tier ketiga dan empat, yang bisa disebut kota kecil. Jadi (di Indonesia) yang kita perhatikan sekarang ada kota kecil yang potensial, seperti Tasikmalaya," jelas TNS Global Chairman James Hall di Jakarta, Selasa (15/3/2011).
ilustrasi
James menjelaskan, aktivitas komersial, pengeluaran untuk konsumsi, jumlah lapangan pekerjaan, tingkat permintaan akan barang-barang konsumsi, hingga penggunaan akan teknologi menjadi sejumlah indikator bagaimana suatu kota kecil berpotensi untuk tumbuh perekonomiannya
Perusahaan riset pasar yang sudah beroperasi selama 30 tahun di Indonesia ini memprediksi akan adanya migrasi dari kawasan rural ke kota-kota kecil dalam lima tahun ke depan. Selain itu, 15 persen populasi urban di kota kecil juga menandakan besarnya potensial bagi investasi.
Tingkat pemakaian produk konsumen bermerek pun masih rendah. Ini memperlihatkan adanya peluang investasi untuk berkembang. "Penggunaan susu bubuk masih rendah di kota kecil. Dan, ada permintaan untuk produk-produk konsumen ini," tambah Research Director Yanti Zen.
Secara keseluruhan, TNS melihat Indonesia akan bertumbuh seperti halnya China. Populasi yang besar, khususnya besarnya populasi yang berusia muda, iklim politik yang stabil, dan perkembangan PDB yang diperkirakan akan kuat untuk beberapa tahun ke depan, menjadi beberapa faktor yang menarik dari Indonesia bagi investor luar.
Beberapa perusahaan multinasional produk konsumsi pun mulai memperlihatkan minat untuk berinvestasi di Indonesia. "Saya mengerti Loreal (merek produk kecantikan) sedang membangun pabrik terbesar di dunia di Indonesia," jelas James menuturkan bagaimana besarnya ketertarikan investor asing berinvestasi di Indonesia.


Senin, 06 September 2010

Ekonom: Jangan Takut, Perbankan Malaysia Butuh Indonesia

Ekonom: Jangan Takut, Perbankan Malaysia Butuh Indonesia

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Indonesia tidak perlu khawatir kehilangan investasi perbankan dari Malaysia. Pasalnya perbankan Indonesia pun diminati banyak investor Eropa, Australia, dan Singapura.

Ekonom Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan mengakui nilai investasi Malaysia di perbankan Indonesia, cukup besar. Mereka kini memiliki investasi di CIMB Niaga dan Bank Internasional Indonesia. Nilai invetasi mereka lebih besar dibanding investasi perbankan Indonesia di Malaysia.

Fauzi memastikan bahwa dari sisi perbankan, Malaysia lebih membutuhkan Indonesia dibandingkan Indonesia membutuhkan Malaysia. Persaingan perbankan di Malaysia, sudah sangat ketat.

"Potensi perbankannya lebih kecil. Sementara di Indonesia, potensi perbankannya sangat luar biasa besarnya," jelas Fauzi.