pintu gerbang RAJA AMPAT...
sumber:
SEBELUM menuju taman laut Raja Ampat yang mempesona, Anda terlebih dahulu akan singgah di Kota Sorong. Sebaiknya Anda jangan terburu-buru. Nikmati dahulu waktu yang berjalan perlahan di pintu gerbang Raja Ampat ini.
Bercerita sedikit mengenai sejarah, Sorong mendapat julukan lain sebagai Kota Minyak. Ini bermula sejak masuknya para surveyor minyak bumi dari Belanda pada 1908. Dari fakta ini Kota Sorong juga terkenal dengan Heritage Nederlands Neuw Guinea Maschcapeij atau kota yang penuh dengan warisan peninggalan sejarah bekas perusahaan minyak Belanda.
Jauh dari era penjajahan minyak, pemberian nama Sorong berasal dari kata Soren. Soren dalam bahasa Biak Numfor berarti laut yang daIam dan bergelombang. Kata Soren sendiri digunakan pertama kali oleh suku Biak Numfor yang pada zaman dahulu yang berlayar dari satu pulau ke pulau lain hingga tiba dan menetap di Kepulauan Raja Ampat.
Suku Biak Numfor inilah yang memberi nama "Daratan Maladum" dengan sebutan Soren yang kemudian dilafalkan oleh para pedagang Thionghoa, Misionaris clad Eropa, Maluku, dan Sanger Talaut dengan sebutan Sorong.
Kisah sejarah mengenai Sorong memang menarik, semenarik berbagai tujuan wisata yang ada di sekitarnya, seperti taman rekreasi pantai Tanjung Kasuari dengan pesona pasir putihnya serta Pulau Raam, Pulau Soop dan Pulau Doom yang terkenal dengan pantainya yang indah. Ada juga Pulau Dofior, di mana terdapat Tugu Selamat Datang di Kota Sorong dengan menggunakan bahasa Moi.
Beralih ke Sorong, di atas bukit yang menghadap ke kota, Anda akan menemukan monumen perang Tugu Arfak untuk mengenang tentara Jepang yang gugur dalam Perang Dunia II. Masih di Sorong, jangan lupa untuk berkunjung ke Tembok Dofior yang berada di Kota Sorong tepatnya di Pantai Dofior. Di tembok penangkal abrasi sepanjang 1 kilometer ini Anda bisa melihat keindahan matahari terbenam.
Bila Anda ingin melihat burung cendrawasih dan burung-burung lain yang hanya ada di Papua naiklah perahu motor ke Pulau Bantata sekitar 3-4 jam. Untuk atraksi burung cendrawasih yang lebih indah, Anda dapat mengunjungi Pulau Waigeo yang berjarak sekitar 5-6 jam dengan perahu motor.
Jika ingin mendapatkan pengalaman perjalanan yang spesial dan lebih terencana, Anda bisa menggunakan jasa operator perjalanan wisata Papua Expeditions (www.papuaexpeditions.com) yang memiliki pemandu wisata pribadi.
Dibandingkan dengan kota-kota lain di Papua, Sorong adalah kota yang berkembang paling pesat dan dinamis. Melihat keadaan ini, Anda dapat berkeliling Sorong menggunakan berbagai alat transportasi seperti taksi, mobil sewaan, atau becak.
Angkot juga terdapat di Sorong, namun disarankan Anda harus tahu lokasi yang hendak dituju. Jadi, ada baiknya bertanya terlebih dahulu kepada pegawai hotel sebelum berkeliling di sekitar kota. Jika Anda tidak ingat nomor angkot dinaiki, catatlah dan tanyakan pada orang jika memungkinkan.
Selain melalui tranportasi laut, perjalanan menuju Sorong juga bisa melalui udara. Untuk informasi lebih lengkapnya, Anda bisa mengunjungi situs www.indonesia.travel.(*/X-13)
Tampilkan postingan dengan label travelista. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label travelista. Tampilkan semua postingan
Rabu, 16 Maret 2011
wisatawan candi borobudur kenakan sarung batik
wisatawan candi borobudur kenakan sarung batik
sumber:
WISATAWAN Candi Borobudur mulai diwajibkan mengenakan kain motif batik dalam bentuk sarung khusus saat berkunjung ke objek wisata yang juga peninggalan peradaban dunia di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah itu.
General Manajer PT Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB), Pujo Suwarno, di Borobudur, Selasa (15/3), mengatakan, mereka wajib mengenakan sarung saat mengelilingi candi Buddha terbesar di dunia yang dibangun sekitar abad ke-8 masa Dinasti Syailendra itu.
Untuk mewujudkan rencana itu, dikatakan Pujo, sekitar 10 ribu lembar kain sarung batik telah disiapkan untuk dikenakan para wisatawan baik nusantara maupun mancanegara saat naik candi.
"Apa yang kami namakan Program Sarungisasi ini untuk pelestarian dan meningkatkan penghargaan terhadap Candi Borobudur sebagai karya agung nenek moyang Bangsa Indonesia dan warisan peradaban dunia," katanya.
Selain itu, pihaknya akan menyiapkan dua pos dengan total sekitar 40 petugas. Pos I berada di tangga naik pelataran candi, tempat wisatawan mulai mengenakan sarung dan Pos II di tangga turun pelataran candi, tempat pengunjung melepas sarung.
Pujo menjelaskan, petugas pos akan membantu wisatawan saat mengenakan sarung sebelum naik ke candi dan melepasnya saat mereka meninggalkan pelataran candi. Petugas telah mendapatkan pelatihan secara khusus untuk melayani wisatawan terkait dengan program sarungisasi tersebut. Uji coba program itu pada Februari hingga Mei 2010.
Juga diungkapkan Pujo, pemakaian sarung batik saat di candi menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan sehingga program ini direalisasikan. Disediakan pula layanan pembelian sarung batik Candi Borobudur sebagai cendera mata di Museum Kapal Samuderaraksa TWCB seharga Rp150 ribu per lembar.
Pelaksanaan program sarungisasi ini sendiri bersamaan waktunya dengan pemberlakuan pendampingan pengunjung selama di Candi Borobudur. Diungkapkan Pujo, pihaknya telah menyiapkan seorang petugas untuk mendampingi setiap 30 wisatawan selama berkeliling di Candi Borobudur.
"Petugas itu sejak Pos I hingga Pos II Sarungisasi mendampingi wisatawan dan mengarahkan jalur kunjungan di candi sehingga alur pengunjung lebih teratur," katanya.
Ia menjelaskan tentang ketentuan dua jalur kunjungan yang terdiri atas Jalur Hijau (Lantai I, III, V, VII) pukul 06.00-07.00, 08.00-09.00, 10.00-11.00, 12.00-13.00, 14.00-15.00, 16.00-17.00 WIB, dan Jalur Kuning (Lantai I, II, IV, VII) pukul 07.00-08.00, 09.00-10.00, 11.00-12.00, 13.00-14.00, 15.00-16.00 WIB. (Ant/X-13)
sumber:
WISATAWAN Candi Borobudur mulai diwajibkan mengenakan kain motif batik dalam bentuk sarung khusus saat berkunjung ke objek wisata yang juga peninggalan peradaban dunia di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah itu.General Manajer PT Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB), Pujo Suwarno, di Borobudur, Selasa (15/3), mengatakan, mereka wajib mengenakan sarung saat mengelilingi candi Buddha terbesar di dunia yang dibangun sekitar abad ke-8 masa Dinasti Syailendra itu.
Untuk mewujudkan rencana itu, dikatakan Pujo, sekitar 10 ribu lembar kain sarung batik telah disiapkan untuk dikenakan para wisatawan baik nusantara maupun mancanegara saat naik candi.
"Apa yang kami namakan Program Sarungisasi ini untuk pelestarian dan meningkatkan penghargaan terhadap Candi Borobudur sebagai karya agung nenek moyang Bangsa Indonesia dan warisan peradaban dunia," katanya.
Selain itu, pihaknya akan menyiapkan dua pos dengan total sekitar 40 petugas. Pos I berada di tangga naik pelataran candi, tempat wisatawan mulai mengenakan sarung dan Pos II di tangga turun pelataran candi, tempat pengunjung melepas sarung.
Pujo menjelaskan, petugas pos akan membantu wisatawan saat mengenakan sarung sebelum naik ke candi dan melepasnya saat mereka meninggalkan pelataran candi. Petugas telah mendapatkan pelatihan secara khusus untuk melayani wisatawan terkait dengan program sarungisasi tersebut. Uji coba program itu pada Februari hingga Mei 2010.
Juga diungkapkan Pujo, pemakaian sarung batik saat di candi menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan sehingga program ini direalisasikan. Disediakan pula layanan pembelian sarung batik Candi Borobudur sebagai cendera mata di Museum Kapal Samuderaraksa TWCB seharga Rp150 ribu per lembar.
Pelaksanaan program sarungisasi ini sendiri bersamaan waktunya dengan pemberlakuan pendampingan pengunjung selama di Candi Borobudur. Diungkapkan Pujo, pihaknya telah menyiapkan seorang petugas untuk mendampingi setiap 30 wisatawan selama berkeliling di Candi Borobudur.
"Petugas itu sejak Pos I hingga Pos II Sarungisasi mendampingi wisatawan dan mengarahkan jalur kunjungan di candi sehingga alur pengunjung lebih teratur," katanya.
Ia menjelaskan tentang ketentuan dua jalur kunjungan yang terdiri atas Jalur Hijau (Lantai I, III, V, VII) pukul 06.00-07.00, 08.00-09.00, 10.00-11.00, 12.00-13.00, 14.00-15.00, 16.00-17.00 WIB, dan Jalur Kuning (Lantai I, II, IV, VII) pukul 07.00-08.00, 09.00-10.00, 11.00-12.00, 13.00-14.00, 15.00-16.00 WIB. (Ant/X-13)
Langganan:
Postingan (Atom)
